Ramadan lagi, aku masih merasa jauh dari bersih hati...semoga ramadan kali ini menjadikan aku semakin menjadi orang yang bersih hati..bersih dalam ber aqidah...Ya Allah Engkau yang Maha segalanya..jadikanlah diri ini selalu ada di jalanMu, sabar dan syukur atas takdir Mu
Selamat Ramadan Selamat Berpuasa..semoga menjadi amalan sholeh
Thursday, August 20, 2009
Monday, August 17, 2009
Singapore

Gak pernah kepikir mau jalan-jalan di Singapore, maklum aku bukan hobi belanja, kata teman-teman di Singapore memang hanya cocok buat yang hobi belanja. Dan ternyata aku pikir emang itu benar. Dari Bandung ada flight langsung ke Singapore pakai Air Asia harga normal sekitar 1 jt rupiah return, well..lebih murah dibanding flight ke Padang yang rata2 800 ribu rupiah one way. Hotel di Singapore jauh lebih mahal dari Kuala lumpur, dengan harga sekitar 100 S$ hanya dapat hotel bintang 3 dengan free american breakfast (telor ceplok, roti bakar dan daging/ayam fillet), jangan pernah membayangkan macam hotel bintang 3 di Indonesia atau Malaysia, hotel disini boleh dibilang kecil ruangannya, sempit gitu, ibaratnya mau geser pantat pun susah.
Untuk komunikasi, bahasa inggris memang sebagai official langguage, tapi bagiku bahasa inggris orang singapore susah dipahami, terlalu kental accent nya. Bahasa melayu banyak orang mengerti juga, jadi gak masalah di singapore mau bahasa indonesia atau melayu, masih lah bisa komunikasi.
Soal makanan, harus extra hati-hati untuk bisa mendapatkan makanan halal, walau begitu banyak juga dijumpai restoran dengan label halal yaitu yang aku tahu di sekitar middle road dekat selegie road, yang pasti di Arab district (Arab road) akan banyak dijumpai makanan halal.
Harga makanan sekali makan habis sekitar 6S$ sudah kenyaangg..
Transportasi, paling gampang naik MRT/LRT, pakai kartu easy link akan dapat balance 15S$, one way travel habis sekitar 1.5S$. Easy link card bisa juga dipakai untuk bis. Jangan coba-coba naik taksi dijam jam sibuk karena akan mahal sekali, bisa dua kali lipat. Aku naik taksi dari suntec sampai selegie road kalau jam biasa cuma 5$S bahkan bisa cuma 4$S, tapi begitu jam sibuk dimana orang pulang kerja (sekitar jam 19.00) harga menjadi dua kali lipat.
Bagi yang suka belanja and nongkrong di mall, mungkin singapore tempat paling cocok, dimana-mana adalah mall. Jalan yang paling beken di singapore adalah orchad road, sepanjang jalan adalah mall. Walau begitu mall ada dimana-mana. Kalo mau belanja hanphone atau kamera yang murah di simlin, kata temanku sebaiknya jangan beli di lantai bawah, jadi musti naik ke lantai 3 atau 4 untuk dapat harga yang miring
Tempat lain yang menarik dikunjungi adalah Little India, atau kampungnya orang-orang india. Ada pasar yang banyak menjual barang=barang ala india, termasuk barang-barang untuk sembahyang orang Hindu india. Bagi yang suka film-film india mungkin cocok juga keluyuran di daerah ini.
Arab district yang terletak di seputar arab road juga tempat yang bagus untuk dikunjungi. Banyak bangunan tua di wilayah ini. Yang pasti masjid yang besar dan indah ada di wilayah ini yaitu masjid Sultan. Ada juga masjid hajjah fatimah. Masjid-masjid kecil lainnya banyak juga dijumpai di lain tempat di singapore. Kalau beli suvenir aku sarankan di kampung arab ini, yaitu di depan masjid sultan, karena harganya lebih murah di banding di little india ataupun di orchad road. Makan pun di kampung arab cukup murah, martabak dengan harga 6S$ gak habis buat makan bertiga, karena banyaakkk and besar banget porsinya.
Tempat lain yang layak dikunjungi adalah Sentosa island, konon pulau ini dibangun dari pasir indonesia, kali aja dari pasir2 belitung..ga taulah, yang pasti pulau ini cukup nyaman bagi yang suka berenang di laut, tapi ya jangan harap buat surfing ya...dipulau ini gak ada ombak, cuma ada pasir putih and pohon kelapa.
Yang pasti singapore cukup bersih and nyaman buat pejalan kaki...dan cukup membuat hati sedihhhh..mengapa negara yang sekecil itu yang gak punya sumber daya alam sama sekali tapi lebih kaya dibanding indonesia yang cukup punya apa2...
Fragrance hotel Singapore 11-15 August 2009
Untuk komunikasi, bahasa inggris memang sebagai official langguage, tapi bagiku bahasa inggris orang singapore susah dipahami, terlalu kental accent nya. Bahasa melayu banyak orang mengerti juga, jadi gak masalah di singapore mau bahasa indonesia atau melayu, masih lah bisa komunikasi.
Soal makanan, harus extra hati-hati untuk bisa mendapatkan makanan halal, walau begitu banyak juga dijumpai restoran dengan label halal yaitu yang aku tahu di sekitar middle road dekat selegie road, yang pasti di Arab district (Arab road) akan banyak dijumpai makanan halal.
Harga makanan sekali makan habis sekitar 6S$ sudah kenyaangg..
Transportasi, paling gampang naik MRT/LRT, pakai kartu easy link akan dapat balance 15S$, one way travel habis sekitar 1.5S$. Easy link card bisa juga dipakai untuk bis. Jangan coba-coba naik taksi dijam jam sibuk karena akan mahal sekali, bisa dua kali lipat. Aku naik taksi dari suntec sampai selegie road kalau jam biasa cuma 5$S bahkan bisa cuma 4$S, tapi begitu jam sibuk dimana orang pulang kerja (sekitar jam 19.00) harga menjadi dua kali lipat.
Bagi yang suka belanja and nongkrong di mall, mungkin singapore tempat paling cocok, dimana-mana adalah mall. Jalan yang paling beken di singapore adalah orchad road, sepanjang jalan adalah mall. Walau begitu mall ada dimana-mana. Kalo mau belanja hanphone atau kamera yang murah di simlin, kata temanku sebaiknya jangan beli di lantai bawah, jadi musti naik ke lantai 3 atau 4 untuk dapat harga yang miring
Tempat lain yang menarik dikunjungi adalah Little India, atau kampungnya orang-orang india. Ada pasar yang banyak menjual barang=barang ala india, termasuk barang-barang untuk sembahyang orang Hindu india. Bagi yang suka film-film india mungkin cocok juga keluyuran di daerah ini.
Arab district yang terletak di seputar arab road juga tempat yang bagus untuk dikunjungi. Banyak bangunan tua di wilayah ini. Yang pasti masjid yang besar dan indah ada di wilayah ini yaitu masjid Sultan. Ada juga masjid hajjah fatimah. Masjid-masjid kecil lainnya banyak juga dijumpai di lain tempat di singapore. Kalau beli suvenir aku sarankan di kampung arab ini, yaitu di depan masjid sultan, karena harganya lebih murah di banding di little india ataupun di orchad road. Makan pun di kampung arab cukup murah, martabak dengan harga 6S$ gak habis buat makan bertiga, karena banyaakkk and besar banget porsinya.
Tempat lain yang layak dikunjungi adalah Sentosa island, konon pulau ini dibangun dari pasir indonesia, kali aja dari pasir2 belitung..ga taulah, yang pasti pulau ini cukup nyaman bagi yang suka berenang di laut, tapi ya jangan harap buat surfing ya...dipulau ini gak ada ombak, cuma ada pasir putih and pohon kelapa.
Yang pasti singapore cukup bersih and nyaman buat pejalan kaki...dan cukup membuat hati sedihhhh..mengapa negara yang sekecil itu yang gak punya sumber daya alam sama sekali tapi lebih kaya dibanding indonesia yang cukup punya apa2...
Fragrance hotel Singapore 11-15 August 2009
Friday, August 07, 2009
Bukit Tabur-Kualalumpur
Jika kamu sedang berkunjung di Kualalumpur dan kamu juga suka hiking maka Bukit Tabur merupakan pilihan yang tepat untuk dikunjungi. Tidak jauh dari pusat kota, driving sekitar 1 jam kearah timur laut Ampang. Ketinggian bukit kurang dari 1000 meter, terdiri dari batuan gamping kuarsa. Sangatlah gampang untuk mencapai puncak karena sudah ada hiking trek dengan panduan yang jelas. Dari bawah sampai ke puncak kurang lebih 2 jam. Aku memang gak sempat sampai puncak, sayang sekali memang, maklum waktu itu aku hanya transit saja gak punya banyak waktu, but i "ll be back one day..
Walau begitu pemandangan setelah 30 menit hiking tidaklah mengecewakan (lihat foto), selain itu udara masih fresh tidak terpolusi, walaupun suhu panas dan humid (so don"t forget to bring enough water).
Suatu saat nanti entah kapan aku akan kembali..hopefully with someone that i love:)
Ancasa hotel Kualalumpur, 29 Juni 2009
Yogyakarta in 7 hours
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu, masih seperti dulu..setiap sudut mengajakku bersahabat...penuh makna..
bait itu mengingatkan aku selalu pada Yogya! Ada memang yang berubah dari Yogya, tapi bagiku masih tetap sama. Kota yang nyaman, memanjakan penduduknya, tenang, bersih, dan seolah membuat orang menjadi santai..tak perlu dikejar-kejar deadline
Dari Bandung aku cukup dengan Rp 140 000 (US$14)naik kereta Lodaya klas executive, 8 jam perjalanan. Paling enak ambil lah kereta Lodaya pagi jadi bisa lihat pemandangan yang indah sepanjang perjalanan Bandung-Yogya.
Begitu keluar dari stasiun kereta Tugu, lewat jalan depan, kearah sebelah kanan kita sudah akan jumpai jalan Malioboro, jalan paling terkenal bagi turis baik lokal maupun asing. Cari penginapan di Yogya amat gampang, dari mulai harga dibawah Rp.100 000 (US$10) sampai hotel bintang lima, ada semua dekat stasiun kereta Tugu, sepanjang Jalan Malioboro.Di Yogya semua masih serba murah, masih gampang dijumpai baju batik dengan kualitas lumayan seharga US$4. Jangan lupa di yogya orang musti merasakan naik becak, keliling Yogya kota lama sekitar Rp.50 000, sebaiknya ajaklah tukang becak makan bersama kita juga..kasihan melihatnya :)
Makanan masih banyak yang murah dan enak dengan lokasi yang nyaman juga. Makan gudeg di bu Djum dengan harga Rp.9000 masih dapat nasi gudeg lengkap dengan ayam, krecek.
7 Jam di Yogya cukuplah putar-putar di Malioboro, kraton, dan belanja di pasar Bringharjo. Selain juga cari oleh-oleh Bakpia Pathok, Batik, coklat Monggo asli yogya jangan lupa. Juga makan rujak sampil duduk di alun-alun asyik juga.
Gak kerasa waktu berjalan and i have to move to other place..back to central station then take another train move to another place..Yogyakarta 5 August 2009
Saturday, May 02, 2009
Catatan dari Pulau Dua, Enggano

Tidak jauh dari Enggano, ada pulau kecil namanya pulau Dua, pulau ini bisa kita lihat kearah timur dari Pelabuhan Kai Apu, Enggano. Dari jauh pulau ini tampak tidak berpenghuni, namun jika kita datang ke sana, akan tampak kehidupan, yang mengingatkanku akan film Robinson Cruso. Sebut saja Kakek dan Nenek, sepasang sejoli tua yang amat sangat saling mencintai adalah penghuni setia pulau ini. Tidak ada orang selain mereka dengan pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi sampai puluhan meter, burung-burung bangau, beo, beberapa ekor kera yang membantu mereka memetik kelapa, hutan tropis lebat dibelakan rumah mereka, pantai pasir putih merupakan bagian halaman rumah mereka.
Bagi saya mereka adalah inspirasi buat kehidupan, tidak banyak menuntut, hidup hanya menerima, memanfaatkan, menjalani yang ada..Setiap pagi nenek sibuk menyabut buah kelapa, membuat ikan asin, membereskan rumah, menyiapkan makan etc sedangkan kakek merawat kapal, pergi keladang atau pergi mencari ikan, atau pergi ke Malakoni ibukota kecamatan menjual ikan asin dan hasil panenan kelapa atau hasil kebun lainnya. Senja menjelang kakek baru pulang disambut nenek. Sungguh pemandangan yang membuat iri.
Buat apalah hidup di kota dirumah sempit, rumah kardus etc yang tidak layak dihuni oleh siapapun, tanpa kerja, jadi pengemis etc..seandainya semua orang punya pikiran seperti kakek nenek itu, terntu kota-kota besar tidak akan menampakkan hiasan-hiasan kemiskinan itu.
Tidaklah menjadi masalah bagi kakek nenek hidup tanpa listrik, tanpa TV, Radio etc..cukuplah cinta diantara mereka yang selalu tumbuh dengan kuat...
Ini bukan cerita dongeng, tapi realitas..masih banyak tempat di Indonesia tercinta untuk mengadu nasib, menjalani hidup dengan lebih berguna..selama kita mau bekerja keras dan berusaha, rejeki ada dimana saja..
Indian Ocean 5 April 2009
Foto: kakek, nenek dan salah satu ABK kami Aseen
Friday, November 28, 2008
Enggano

Enggano..i can say i am in love with this island. The small remote island in the Indian Ocean. You can access this island from Bengkulu, the capital of Bengkulu province, Sumatra by ferry what so called "KM Raja Enggano". You can get this ferry at Pulau Bai, the Bengkulu Harbor, although this is not the proper ferry used for crossing the Indian Ocean, but it seems the government doesn"t care about it. Also, when the weather is nice you can get Enggano with this ferry from Bengkulu around 10-12 hours, but if the weather worse then it can be 16 hours. This ferry will take you from Pulau Bai harbor, Bengkulu to Kayapu, Enggano. It cost around Rp.33.650 (price in Nov.2008). You can rent room in the ferry for Rp.75 000 per person.
Going to Enggano it is better to prepare everything, include that you should set in your mind that you never know when will you can comeback to Bengkulu, since this ferry will go depend on the weather. Sometimes this ferry won"t go for days till the weather get better.
In Enggano, mostly use the rain water for bathing, cooking. Although there are rivers, but maybe the accessibility is not easy to get the river. The biggest village in Enggano is Malakoni which is the distric capital. You can get Malakoni from Kayapu around 3 hours driving, or around 2 hours by fisherman boat in the good weather.
The only conection to outside using mobile phone only available in Malakoni, but some people said that in Kaana you also can get the conection to outside island. Kaana is around 2 hours by motorbike from Kayapu. Kayapu is the only proper harbor for this island, the only available acces to outside island.
Coral reef in the southern Enggano mostly destroyed by illegal fishing, in the eastern some living coral still can be found. Fish are many, maybe because of the upwelling cover this island also.
Enggano is also famous of Birds, you can find so many different beautiful birds in this island. It is famous also with 'Ikan Asin" (salty fish), Emping Melinjo (chip made from Melinjo). Melinjo grows very well in Enggano with bigger fruit compare in the mainlain such as Sumatra or Java. What you can"t imagine is that benzin in Enggano is sooo expensive, it is about rp. 15 000 per liter when the price in Java about Rp.6000 for premium.
However, i love this island, it is still sooo beautiful..nature..You can find still rain forest here. Many beautiful view you can find here, no polution. However, you have to be carefull with MALARIA! don"t forget your mosquitos net, and take malaria pils. Although this is remote island, with many inocent people, but still don"t be so careless, everywhere there are still some bad people. Whatever, Enggano is worth to visit, and i hope i can go back to this island again someday..i love this island much with the people.
Malaysia- Negeri dengan seribu masjid
Jalan-jalan ke Malaysia?? Mengapa tidak, semula memang gak terpikir oleh aku, karena yaa paling gak jauh beda dengan Indonesia, tapi ternyata asyik juga jalan-jalan ke Malaysia. Dari Bandung atau Jakarta naik Air Asia, kalau beruntung dapat murah (bisa Rp 800 ribu pp) kalau apes ya mahal (sampai Rp. 3jt pp). Jangan heran kalau bingung dulu pas mau checkin air Asia, karena apa yang tertera di screen TV di cengkareng tentang check in desk, berbeda dengan realita. Waktu itu aku lihat di screen TV, air asia flight number ku tujuan Kuala Lumpur musti check in di desk 48 (kalau gak salah), aku tunggu2 di desk tersebut sudah waktu chek in tp gak buka2, malah desk tersebut dipakai buat JAL. TErnyata walau tujuanku Kuala Lumpur aku bisa check in di check in desk buat tujuan Johor, pokonya masih desk Air Asia. Begitu masuk ruang tunggu, yang aku pikir gak ada delay..ternyata delay mpe 1.5 jam. Kata seorang Malasia yg sama2 satu flight, delay sudah biasa untuk penerbangan malam. Yahh akhirnya dehhh aku baru tengah malam sampai di KL. Untung saja ada kawan jemput.
Sampai KL sekitar jam 00. waktu jakarta, langsung tancap driving ke Muar sekitar 3 jam dari KL. Jakarta-KL selisih waktu 1 jam duluan Jakarta.
Driving malam KL-Muar bikin aku surprise, pertama jalan tol amat sangat sepi untuk ukuran ibukota negara, walau itu kata kawan masuk pinggir kota, aku bandingkan di Indo, perasaan jalan tol Jakarta ke arah manapun juga gak pernah se sepi itu. Impression pertama soal malaysia yang pasti bersih, rapi, nyaman di jalan dibandingkan di Indo.
Tinggal bbrp hari di Muar, yang pasti serasa tinggal di Sumatra. Aku tinggal bbrp hari di rumah kel. kawan di desa tanjung gading. Aku perhatikan walaupun desa tapi aku bisa bilang di Malaysia gak ada orang yang super kaya, atau super miskin, sepertinya di Malaysia orang sama rata, beda dengan di Indo, ada yg kayaaa, ada yg miskiiinn.
Nilai2 kekeeluargaan Malaysia gak jauh beda dengan Indonesia. Sarapan pagi yang aku suka adalah roti canai, teh manis hangat, walau sebelumnya aku disuguhi susu coklat..wahh padahal aku anti minum susu, tp apa boleh buat. Sarapan favorite lainnya adalah makanan khas muar yg dibilang Mi Bandung.
Dari Muar ke Johor sekitar 2 jam driving. Di johor selain UTM nya, bisa berkunjung ke ke sultanan Johor, Danga Bay (disana ada beberap rumah adat Johor).
Dari Johor aku ke Melaka, naik bis cuma 19 Ringgit selama 3 jam, amat sangat murah, dan bisnya enak, macam bis executive jarak jauh kalau di Indo. Sampai di Melaka jangan coba2 naik taksi, karena taksi di Malaysia mahal, dan tidak spt di Indo, taksi Malaysia katanya adalah perusahaan perorangan umumnya, karena itu mahal. Bayangin aja dari Johor-melaka 19 ringgit, naik taksi dari terminal bis melaka ke hotel mahkota melaka 20 ringgit. Taksi disana macam taksi di Bandung, musti tawar menawar dulu.
Melaka bagiku merupakan the most important place that you have to visit in Malaysia. Kota tua Melaka memberi kenyamanan tersendiri. Bangunan kuno jama Portugis, Belanda, Inggris masih ada. Museum pun banyak yg bisa dikunjungi. Aku salut ada museum arsitektur yg didalamnya aku masih jumpai benda2 alat pertukangan yang masih banyak juga dipakai jaman sekarang oleh orang2 tukan kayu di indo. Museum islam juga menarik, bisa melihat sejarah islam melayu. Bangunan gereja tua ST Pauli juga indah. China town, Melaka old town menarik utk dikunjungi. Hampir semua object wisata sejarah di Melaka terletak berdekatan di tengah kota tua. Dengan bayar 20 ringgit bisa naik ke menara melihat Melaka dari atas. Kalau capek jalan kaki bisa pakai becak 40 ringgit keliling old town. Mahal memang kalau dibandingkan dengan ongkos makan. Di hotel bintang 4 saja makan malam buffe gaya eropa dan melayu hanya 28 ringgit
Tempat wisata lainnya yg dekat Malaka adalah Ayer Keroh. Disana bisa liat penangkaran buaya, juga lihat danau, dan semacam taman mini kalau di Indo. Bagiku sih gak menarik. Lebih baik menghabiskan waktu jalan2 di old town.
Aku bisa bilang, selain persoalan baju, Malaysia termasuk murah, transportasi umum murah dan nyaman, makan murah, kebutuhan sehari2 seperti sabun cuci, sikat gigi etc murah, dibanding Indonesia, padahal gaji UMR orang Malaysia lebih tinggi dibanding Indonesia. Makan seafood buat 3 orang di Crystal Bay- Melaka, yg katanya paling terkenal, aku cuma habis 90 ringgit (sekitar Rp.250 ribu), padahal itu sudah makan ikan, udang, otak2, etc. Yang pasti di Jakarta/Bandung mana bisa makan macam itu habis Rp.250 ribu.
The most interesting stuff in Malaysia adalah Masjid. Dimanapun kamu pergi akan menemukan banyak masjid, bukan macam di indo yang masjid kecil tdk terurus. Di malaysia, bangunan masjid selalu indah dan besar, luas. Yang pasti mereka membangung masjid juga mempertimbangkan arsitekturnya. Banyak sekali dijumpai masjid- masjid modern maupun tua. Beberapa bangunan masjid yang aku suka adalah Masjid selat Melaka, Masjid UTM. Aku bisa bilang Malaysia sebagai negara sejuta masjid. Habis banyaakkk banget masjid and indah and besar2. Hanyaa sayangnya aku bisa bilang masjid tersebut kosong alias sedikit sekali Jamaahnya kalau dibandingkan dengan bangunannya yang megah.
Tempat terakhir yang aku singgahi adalah TWIN Tower KLCC di Kuala lumpur. Yaa orang bilang belum ke malaysia klo belum liat twin tower. Seperti biasalah tempat belanja. Gak gitu menarik bagiku selain belanja, yang pasti tax free disini.
Transportasi di KL amat sangat nyaman bagi ukuran orang Indonesia, KRL yang bersih dan rapi, jalan2 yang teratur, bersih dan rapi.
Sebenarnya bagiku mengherankan juga, soalnya di Malaysia banyak banget orang Indonesia, tapi mengapa ya orang Indonesia di Malaysia mau mentaati aturan setempat, tapi klo pulang ke Indo kok enggak. Yaa minimal untuk soal kebersihan, keteraturan dan kerapian gitu.
Finnaly, aku harus balik ke Indo, tidak rugi jalan2 ke Malaysia yang sebelumnya gak pernah masuk dalam agenda perjalananku. Malaysia yang panas, berkeringat, rapi, bersih, teratur, dan dengan sikap keramah tamahannya sendiri..cukup mengesankan bagiku yang ingin selalu melihat hal baru, yang unik..
Thursday, October 16, 2008
Pasir Putih Beach-Trenggalek

Pasir Putih beach is one of my favorite beach in Java island. This beach located at Kabupaten (district) Trenggalek, East Java Province. It is about 2 hour driving from Ponorogo (the reog city), or about 2.5 hour driving from Madiun. It is between Trenggalek and Tulungagung districts. From Trenggalek you just follow the road to the Parigi beach trenggalek, the most famous beach, then follow the road to Karanggongso, you can find this beach on the right hand side. By public transport, you can use bus from Ponorogo or Tulungagung to reach Trenggalek, there you can find mini bus to reach this beach.
I love this beach, cause there you still can find clear, clean beach with white sand, and for sure swimming is the best choice to do in this beach. It"s protected by small island which facing directly to the beach. So, it is safe enough though you are the first time swimming in the sea. Good for family"s picnik. Some living coral you still can find a llittle bit further close to the open ocean.
There you can find very cheap foods, say 1 euro you can get rice with fish, big enough fish and fresh from the ocean. 1.5 euro you can get one plate of speise schrimp. I bet once you get there you want to come there again and again..
Wednesday, October 15, 2008
SEPEDA
Sepeda mungkin di Indonesia apalagi di kota besar bukan merupakan barang yang menarik perhatian. Berkendara sepeda tidak menarik perhatian dibanding bermobil. Aneh memang, melihat Indonesia yang tropis yang cocok untuk bersepeda. Mungkin karena kita sudah terlalu menjadi masyarakat konsumtif, fragmentalis, gengsi menggunakan sepeda. Orang lebih suka melihatnya bermobil daripada bersepeda.Padahal di eropa yang notabene negara-negaranya kita anggap sebagai negara lebih maju dari kita, sepeda merupakan alat transportasi yang digemari, mulai dari cleaning service sampai CEO sebuah perusahaan, bersepeda tetap menjadi pilihan apalagi disaat musim panas. Salah satu attitude yang mustinya kita bisa contoh. SEPEDA, selain ramah lingkungan juga terjangkau oleh kocek kebanyakan orang. Karena itu tidak heran kalau di eropa, apalagi di Belanda yang bisa dibilang tiada hari tanpa sepeda, sepeda lebih cepat hilang dari pada sebuah mobil sekalipun tidak terkunci. Jangan heran jika sepeda anda tiba-tiba lenyap hanya dalam waktu semenit anda tinggal, apalagi jika itu sepeda baru, mahal lagi, wahh sekalipun sudah tergembok, jangan heran kalau dalam sekejap sepeda tersebut tiba2 lenyap dari tempatnya.
Harga sepeda pun bervariasi, dari mulai Rp. 100 ribu sampai ratusan juta rupiah. Bahkan sepeda kuno pun bisa seharga sepeda motor mio. Karena itu di belanda diberlakukan penomoran sepeda juga, semacam plat mobil disini. Jika hilang anda bisa lapor ke polisi, dan sekali-kali anda bisa liat pengumuman seperti dalam foto diatas siapa tahu sepeda anda sudah ketemu. Polisi biasanya memasang foto sepeda yang sudah ditemukan kembali, kita bisa tahu sepeda kita dengan menyesuaikan plat nomor sepeda yang hilang tersebut.
Sunday, June 22, 2008
Volendam

Volendam termasuk kota tujuan wisata. Untuk mencapainya bisa dengan bus langsung dari central stasion Amsterdam (Osterdoksstraat) ke Volendam (Havenstraat). Jadwal bus tersebut bisa dilihat di www.9292ov.nl masukkan van central station naar havenstraat volendam.
Apa yang dilihat di Volendam, disini banyak toko souvenir yang harganya jauh lebih murah mungkin dari tempat manapun di Belanda, yang pasti lebih murah dari Amsterdam, bisa 3 kali lebih murah lho. Selain itu yang pasti disini orang biasanya berfoto dengan baju khas Belanda, satu foto ukuran 10R berkisar dengan harga 12-17 euro (price in 2007/08), dengan kita dapat 1 photo ukuran 10R dan 2 ukuran poskard.
Zaanse schans

Zaanse schans atau bisa dibilang the Windmill city merupakan salah satu tujuan wisata di Netherlands. Ada apa di zaanse schaan? Disini kita bisa melihat pembuatan "klompen" atau sepatu kayu khas Belanda, pembuatan keju, dan berbagai macam pembuatan suvenir dari keramik (lukisan keramik). Yang pasti disini kita bisa melihat kincir angin yang merupakan ciri khas negeri Belanda. Untuk masuk ke kincir angin kita hanya merogoh kocek 2.5 euro (harga th 2007/08), ada tersedia guide book dalam bahasa indonesia juga. Kita bisa naik sampai dibagian atas kincir angin, melalui tangga yang kecil dan sempit. Didalam kincir angin juga terpampang foto-foto dokumentar mengenai sejarah kincir angin tersebut.
Zaanse schans terletak di barat laut Amsterdam, sekitar 30 menit driving. Kota ini bisa dicapai juga melalui publik transport, naik bus atau kereta api (train). Naik kereta api dari Central station amsterdam hanya 4 stations (20 minutes) . Ambil kereta jenis stop train (kereta yg berhenti di stasiun kecil, ada tertulis di papan kedatangan/keberangkatan kereta STOP TRAIN) arah Alkmaar, berhenti di Koog-Zaandijk. dari stasiun ini cukup ikuti tanda hijau kecil (little green signs) ke Zaanse Schans. Sekitar 15-minute jalan kaki dari station kereta api ke Zaanse Schans. Selain itu bisa dicapai pula dengan bis, yaitu naik kereta dulu dari central station berhenti di Zaandam Station. Dari Zaandam station naik bis no 88 berhenti di halte de Bleeke Dood in Koog aan de Zaan, bis ada setiap jam sekali. Dari halte tersebut jalan kaki sekitar 7-minute ke Zaanse Schans.
Saturday, June 21, 2008
Sildemow

Pengen lihat pedesaan di Jerman? Bisa ke SILDEMOW, masuk wilayah (landkreise) Bad Doberan, kira-kira 3 km arah selatan Rostock. Apa yang dilihat disini? Yang pasti suasana pedesaan ala Jerman masih kental, ada juga danau kecil (lupa aku namanya). Yang pasti mengapa wilayah ini menjadi tempat favoritku, karena disini bisa kita jumpai padang rumput liar dan diwaktu summer menjadi padang bunga merah (entah apa namanya gak tahu aku), bunga liar. Selain juga kita jumpai ladang gandum, bisa jumpai ladang erdbeer (strawberry), yang bisa kita petik sendiri. Bagaimana mencapai wilayah ini? Dari Rostock (Mecklenburgring state -north Germany) bisa naik tram 5 atau 2 arah Suedstadt sampai mentok. Dari Suedstad station bisa jalan kaki kearah timur, ada halte sildemow abweidz, belok ke kiri, ikuti jalan sepeda, sepanjang jalan akan dijumpai ladang gandum, setelah 1 km akan dijumpai ladang erdbeer. Jika kita mengikuti jalan itu terus maka setelah 2 km akan dijumpai danau, tepat di dekat halte Sildemow. Untuk mencapai padang bunga merah itu, kira2 perlu jalan 1 km an kearah menuju Gragetopshof, atau kira2 200 m dari halte bus Sildemow belok kiri terus arah Gragetopshof. Sepanjang jalan ini akan dijumpai padang bunga merah liar..kerenn and baguss deh..
Untuk mencapai daerah ini sebenarnnya tidak jauh, paling enak naik sepeda dari Rostok (3-4km). Kalau mau naik bis, dari Rostock bus stasion (stasiun bis nya ada di Rostock Hbf juga), ambil bus no 106, turun di halte Sildemow (tepat dekat danau) (sekitar 12 menit naik bus dari Rostock Hbf).
Ok sampai jumpa di Sildemow one of my favorite place in Germany
Tuesday, April 22, 2008
Sup Gado-Gado

Waktu itu diajak Jens ke kantin favorit dia. Konon di kantin ini terkenal dengan Sup nya. Seringkali dia bela-belain ke kantin ini hanya karena SUP itu. Kantin ini memang bukan kantin yang biasanya kami pakai buat pergi makan. Karena melihat usaha dia sampai bela-belain ke kantin ini hanya karena semangkok atau tepatnya segelas sup, aku akhirnya pengen juga coba rasanya macam apa sih itu SUP kesayangan. Waktu ngelihat dari jauh meja tempat sup itu ditaruh hanya kubaca tulisan GADO-GADO, kupikir wahhh ada juga gado-gado dikantin ini. Eh gak taunya itu lah nama sup yang temanku itu sukai: SUP GADO GADO. Aku makin aja penasaran pengen tahu rasanya..dan ya ampunnn ibaratnya aku ni makan kuah encer gado-gado...SUP Gado gado hanya semacam sambal gado-gado encer banget terus dimasukin kacang mete atau kacang biasa, ditambah tauge..itu saja!! Aku bilang ke kawanku..sebenarnya yang namanya gado-gado di indonesia bukan sup, tapi bisa dibilang semacam salat dengan kuah kacang, tapi gak seencer gini kuahnya..Jens cuek saja, yang penting bagi dia Sup Gado Gado itu sudah merupakan sup paling enak di dunia!
Amsterdam April 2008
Amsterdam April 2008
Sunday, April 20, 2008
Texel

Texel adalah pulau kecil terletak diutara Belanda, di north sea. Untuk mencapainya, dari Amsterdam Central station, naik kerata arah Den Helder (Sekitar 12 euro sekali jalan). Turun Sampai stasion Den Helder. Dari Stasion Den Helder, naik Bis no 33 menuju pelabuhan Ferry (sekitar 2 euro). Dari pelabuhan naik Ferry sekitar 3.5 euro sekali jalan ke Texel.
Ada banyak "cottage" di Texel. Pulau ini bisa dibilang sebagai pulau Turis. Kalau spring-summer amat ramai oleh turis. Apa yang dilihat disana? Yang pasti aku bisa bilang pulau Domba, habis banyak sekali domba yang merumput diatas dike (Dam). Banyak pertanian tanaman Rab (untuk minyak). Disini selain terkenal dike dan dombanya, juga mercusuar nya. Selain itu ada juga sanctuary anjing laut. Ada juga "ecomare" disini bisa liat berbagai jenis ikan juga anjing laut dalam aquarium besa. Yang pasti pantai dengan pasir coklat siap menanti kalian untuk berenang di musim panas.
Akomodasi di Texel, saya bisa bilang lebih murah daripada di Pulau Seribu. Contoh saya menginap di Tubantia, kena charge 25 euro permalam. Padahal akomodasi disitu macam single appartemen lengkap dengan peralatan masak dan dua tempat tidur. Ruangan terdiri dari dua lantai, lantai atas ruang tidur dan toilet. Lantai bawah sofa dan dapur. Ada juga Balkon. Jadi murah kan?
Tapi dianjurkan untuk tidak ke Texel selama winter atau fall, yang pasti dijumpai di pulau ini ya badai, hujan dan pasti dingin sekali buat kita orang tropis.
Friday, April 18, 2008
Keukenhof-The Netherlands
Mau lihat Tulip? Ya di Keukenhof. Biasanya hanya buka pada saat spring tiba. Ya sekitar bulan April-Mei. Untuk kesana, bisa naik metro ke Schipol airport. Di Schipol ada loket yang menjuat tiket ke Keukenhof ini (bisa tanya informasi dimana letaknya loket ini, tapi gampang kok nyarinya, gak jauh dari informasi). Untuk tiket terusan yang ke Keukenhof, maksudnya tiket bis plus tiket masuk ke taman bunga nya, total harga per orang 19 euro (harga tahun 2008 April). Bis nomor 58 yang akan membawa kita ke Keukenhof. Sebaiknya sih disarankan beli tiket terusan ini, karena kalo pas Spring bakal rame banget. Banyak turis kesini. Jadi antrean tiket bisa panjang. Disana bisa lihat berbagai macam jenis bunga Tulip, juga bunga-bunga jenis lainnya. So, bagi yang suka bunga pasti deh pengen kesini.
Parigi beach

Maybe this beach is forgetted since there are many other nice beach in Indonesia. However, i love this beach..this is Parigi beach or some local people say "Prigi". It"s located in Trenggalek district, a small city. You can reach Trenggalek by car, it"s around 1.5 hour from Madiun, the biggest city in this region in the east Java province. This beach face to the Indian ocean. You still can find the fine white sand beach in some place of Parigi beach. The people are nice and welcome. For swimming maybe not the best place and not to use to swimm there. But well maybe you can try. Just to remind you that there"s no "baywatch" in this beach, so you are responsible with your own safety. I"d like to see you sometimes in this beach.
Air Island

Air (means water) Island is located at the Seribu islands reef complex. You can reach this island from Muara Angke,Jakarta using public boat transport for around 3US$ oneway to Pramuka Island. It takes around 3 hour. Pramuka Island is the closest island to the Air island. In Pramuka you can find the most cheapest accomodation, (around 35 US$ perday), there you can also find diving shop where you can rent your diving stuff. From Pramuka islands you can hire small local fisheries boat for around 40US$ per day (price in 2007) to go around to Air island and diving there. With such price, you can go until Paniki island far away to the east (around 1 hour from Air). What interesting in Air island is diving. There are still many living corals at the northern part of this island, when the last time i dive there in May 2007. I hope those corals are still many living now. I am not sure whether the inside of this island is for public consume. But i think some location of this island is nice also for swimming, at least you still can find green blue clean ocean water close to the Jakarta bay. I hope to see you someday in this island..:)
Friday, August 10, 2007
CAIRNS

Cairns, kota kecil ditepian Pacific..Dari Jakarta tidak selalu ada penerbangan ke Cairns, kalau gak salah seminggu dua kali. Pakai Garuda (Jetstar/Qantas), bisa pilih route Jakarta-Cairns (transfer di Singapore, transit di Darwin) atau Jakarta-Cairns (transfer di Denpasar, transit Darwin). Tiketnya gak jauh beda, sekitar 900 returns kalau beruntung bisa dapat lebih murah kalau apes ya lebih mahal:D.Untuk kocek yang gak cukup banyak, tenang aja! Banyak tersedia backpacker hostel dengan tarif mulai 20 US$ sampai 40US$ utk single lho, utk rame2 ya lebih murah lagi lah. Gua tinggal di Caravella backpacker, lumayan bagus, murah, bersih, ramah and aman. Permalam sekitar 42AUS$, dengan fasilitas makan malam and jemputan gratis dari airport (Shuttle bus tersedia dari airport ke kota sekitar 10AU$) Lokasi caravella pun enak dekat pantai, dekat pula ke pusat kota tapi gak terlalu bising.
Wilayah paling ramai di cairns adalah seputaran Esplanade street, banyak cafe2, breakfast lengkap ada yang nawari seharga 25 AUS$ lumayan lah..yang pasti bisa bikin kekenyangan. Kalau mau makan murah, ya masak sendiri, biasanya hostel/hotel pun ada yg nyediain tempat masak. Di Caravella sendiri kita disediain tempat masak, lengkap dg peralatan masaknya, juga ada setrikaan, mesin cuci (ini musti bayar pakai koin).
Yang paling sering orang nongrong adalah di sekitar lagooon, maklum bisa berendam di air dingin. Pengen ke Great Barier Reef?? gampang..gak perlu bisa diving, cukuplah dengan ongkos 60-70AU$ sudah bisa lihat2 GBR, pakai boat yg ada kacanya dibagian bawahnya, so gak perlu nyebur kan? Ongkos segitu pun sudah termasuk sewa snorkle, masker and fin. Tapi inget, walau kita dari tropis..teteplah pakai cream, karena matahari aussie ni emang ganasss deh..panasnya minta ampun..rasanya aku ni sehari aja disana sudah bener2 item gak bisa dibedain dg aborigin..mana cepet kebakar lagi nih kulit..dan walau winter pun jangan disangka bakal dingin deh...AC di kamarpun masih rajin menyala kalo siang, malam sih lumayan ..macam udara dibandung kalau malamnya.
Bagiku sih sebenarnya kotanya and pantainya biasa2 saja..memang ke Cairns kalau gak ke GBF ya rugi..krn di kotanya gak ada yg dilihat kecuali nongkrong makan aja..walau gitu ya gak ada salahnya deh maen ke Cairns..Cairns July 2007
Wednesday, August 08, 2007
SIMELUE

Do you remember the big earthquake followed by tsunami in 2004? I am sure that you remember that disaster...But do you know SIMELUE? the small island in western part of sumatra? i am pretty sure that most of you don't know about that island! This island is the closest island to the 2004 earthquake epicenter! But, do you know that in this island only few people die caused by that disaster. The literacy education of the old people have save their life from tsunamy, earthquake!
Well..i am getting in love with this island. The nature, the people and their food! Simelue is in Aceh province, islamic rule is implemented in this province. However, in my opinion many inhabitans are still away from islam itself. I don't want to talk about this anyway. However, you-who ever your believe is- are save enough going to this island. You-whoever you are-can enjoy much this island. I guarantee that!
You can reach this island from Medan (north sumatra) to Sinabang (Simelue) by airplain (riau airlines or smac airlines). It cost Rp.570 000 (around 57US$).The flight takes around 1.50 hour. Simelue island is 'Kabupaten-district' with Sinabang as the capital. Before earthquake, this island is famous for surfing. There especially in the western parth of island, you can find the nice beach with white sand, big wave, coconut tree...perfect for sunbath, surfng etc. But you can't do sunbath for woman using swimsuit only-it's prohibit now-. But no problem, you can keep enjoying the beach there. Some coral reefs have been uplift during the 2004 earthquake. Some i am sure that still living underwater there.
You can reach this island from Medan (north sumatra) to Sinabang (Simelue) by airplain (riau airlines or smac airlines). It cost Rp.570 000 (around 57US$).The flight takes around 1.50 hour. Simelue island is 'Kabupaten-district' with Sinabang as the capital. Before earthquake, this island is famous for surfing. There especially in the western parth of island, you can find the nice beach with white sand, big wave, coconut tree...perfect for sunbath, surfng etc. But you can't do sunbath for woman using swimsuit only-it's prohibit now-. But no problem, you can keep enjoying the beach there. Some coral reefs have been uplift during the 2004 earthquake. Some i am sure that still living underwater there.
There are only two hostel where you can stay over the night. Both only available in Sinabang.It cost around 10US$/night. But i think camping is not bad choice to do there. Renting car-jeep-going around island is also good choice, it cost only around 60US$/day including driver and oil, although some part of this island only can be reached by taking a walk. How about food?? don't worry, food taste good there!Mostly it more like 'curry'...speise, much coconut milk, and hot. Compare to the main land Sumatra, indeed simelue is more expensive. However, this island is really nice..the people also nice..also, i can't wait to coming back..
Sinabang 19-24 July 2007
Sinabang 19-24 July 2007
Tuesday, September 13, 2005
TUGINAH
Di negeriku tercinta entah kenapa nama-nama seperti inem, inah diidentik dengan nama-nama masyarakat kelas sosial bawah: kalau tidak PRT (pembantu rumah tangga) atau penjual jamu gendongan, tukang sapu dll, pokonya masyarakat kelas sosial bawah. Juga nama-nama lelaki seperti Paijo..Paidul..Bejo..kalau tidak tukang becak ya tukang sapu dll..Sepertinya sudah menjadi perjanjian tidak tertulis dalam masyarakat, kalau pemakaian nama orangpun musti disesuaikan dengan kelas sosialnya. Ibaratnya seorang tukang becak tdk 'berhak' punya nama Roy, atau Joni bahkan Rudi dan sebaliknya seoarang bintang film atau presiden direktur perusahaan tdk 'berhak' punya nama Tukijo, Paidul dll. Mungkin seorang PRT yang karena 'nasib mujur' disunting oleh seorang menteri, atau tiba-tiba menjadi bintang film top, maka namanya yang kalau orang Jawa bilang'nama yang sudah di-jenang abang-i mau tidak mau 'harus' diubah dari katakanlah Inem mungkin menjadi Inne atau Inneke dll... konon biar kelihatan lebih menunjukkan 'kelas'nya. Padahal apalah artinya sebuah nama, kata Shakespeare, what's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet , ibaratnya kalau Mawar ya tetap Mawar sekalipun itu dikubangan-tempat kumuh. Sekalipun namanya Inem mau jadi masyarakat kelas bawah atau kelas ataspun ya tetap Inem yang tanpa dosa waktu lahir ceprot didunia..yang tetap akan membawa, membentuk karakter, nasib, jalan hidup dll -nya sendiri..yang akan selalu diingat akan kebaikan sifat-sifatnya.
Namun dunia memang selalu tidak mau tetap diam, alias selalu berubah, bukanlah kesalahanmu jika dunia tak berubah, seandainya itu kesalahanmupun, janganlah percaya kalau kamu tidak dapat mengubahnya, begitulah kira2 seperti syairlah lagu Farin Urlaub penyanyi kondang asal negerinya mobil BMW-Jerman,
Es ist nicht deine Schuld, dass die Welt ist, wie sie ist.
Es wäre nur deine Schuld, wenn sie so bleibt.
Glaub keinem, der dir sagt, dass du nichts verändern kannst.
Dan kenyataannya dunia berubah. Juga tentang 'nama'. Kalau seandainya penyanyi dangdut Inul-si goyang ngebor - hidup dijaman dulu dimana nama2 adalah masih dianggap keramat, dimana nama2 masih menunjukkan tingkat sosial seseorang, mungkin Inul yang sekarang sudah menjadi artis top, yang otomatis mampu menaikkan kelas sosialnya, akan mengganti namanya bukan 'Inul' mgkn menjadi 'Lina' atau menghilangkan nama Inul, maklum 'inul' oleh sebagian telinga kedengaran -ndeso- dan ndeso selalu diidentikkan dengan masyarakat kelas bawah. Untung jaman berubah, Inul ada dijaman sekarang dimana masyarakat sudah tdk begitu mengambil perbandingan lurus antara 'nama' dan kelas sosial.
Namanya Tuginah, kalau dulu mungkin nama seorang PRT di rumah pak lurah atau wedana atau dirumah orang-orang kaya lainnya atau penjual sayur yang keliling kerumah-rumah, atau penjual jamu yang siap melayani sopir-sopir truk biar kuat nyopir berkilo-kilo meter jauhnya, tapi dijaman sekarang nama Tuginah sudah menjadi hak penamaan untuk semua orang dari apapun kalangan. Tuginah pun sudah masuk internet, mungkin google atau yahoo lebih banyak menemukan nama Tuginah daripada nama anda-anda sendiri yang mungkin anda kira lebih 'punya kelas' dibanding Tuginah. Jaman sekarang Tuginah bisa jadi mulai dari PRT sampai madame Tuginah-seorang istri pejabat!: Tuginah pembantu salah seorang dosen Filsafat yang tidak lulus SD tapi bisa baca tulis bahkan masuk koran Kompas, maklum sebagai profesi seorang pembokat, notabene bacaannya dianggap lebih cocok adalah poskota atau tabloid gosip),namun Tuginah ini bacaannya kolom-kolom politik, hapal nama tokoh-tokoh politik walaupun ternyata pada akhirnya sang majikan menyadari bahwa Tuginah suka membaca kolom politik hanya semata-mata sedang mencari 'sebuah nama' yang cocok untuk keponakannya yang akan lahir. Mungkin Tuginah pembokat dosen Filsafat ini memandang nama-nama politikus dinegeri tercintanya indah-indah. Tuginah yang lain adalah pelayan restoran asal pelosok desa wilayah Gunung kidul yang akhirnya mampu menaikkan taraf hidup keluarganya karena disunting lelaki bule asal Australia dan menjadi beken di desa, menjadi pahlawan pengentasan kemiskinan keluarganya bahkan desanya. Tuginah ini dengan dollar australianya mampu menjadi sumber penghidupan keluarganya bahkan bisa jadi desanya. Tuginah yang lain adalah Madame Tuginah adalah istri diplomat asing, yang ikut berjasa dalam pendidikan anak miskin dengan yayasannya. Memang kenyataan tidak bisa dipungkiri, Tuginah-Tuginah masih dijumpai didominasi oleh masyarakat kelas sosial bawah atau minimal memiliki sejarah dunia kelas sosial bawah.
Namanya Tuginah, Tuginah yang satu ini adalah Tuginah benar-benar produk abad 21, produk jaman sekarang!! Tuginah yang satu ini tidak pernah punya history sebagai masyarakat sosial bawah. Kalau dirunut sampai tujuh turunan diatasnya pun, nenek moyangnya adalah keluarga kaya, bahkan turunan raja-raja dan senopati di Jawa. Dia adalah juga gadis kota, lahir dan besar di kota-Jakarta-dengan pendidikan luar negeri. Hampir separo lebih hidupnya dihabiskan di luar negeri, anak seorang diplomat dan pengusaha kaya, uang tidaklah masalah bagi keluarganya. Jarak Jakarta-Tokyo atau bahkan Jakarta-New York sudah layaknya seperti Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya. Tidak seperti halnya umumnya orang-orang kaya, Tuginah dengan rupa manis dan menarik, tapi dia tetap berpenampilan biasa-biasa saja, tidak latah bersolek, setiap hari kesalon, tidak latah selalu shoping di mall atau galerie-galerie, cukup di kios atau pasar baru, tidak latah pergi ke cafe-cafe, cukuplah ngopi atau ngeteh diwarung-warung kaki lima. Naik turun mobil mewah antar jemput sopir, juga bukan kebiasaannya. Mikrolet, bajaj dan bis kota lebih disukainya. Hidup di luar negeri puluhan tahun tidak merubahnya kulturnya menjadi 'orang asing', Tuginah tetap Tuginah dengan kultur Indonesia. Tuginah memang lain, seperti gadis-gadis yang hanya ada dalam mitos, menarik, charming, baik hati, supel, tdk sombong, kaya, dermawan lagi! Tuginah juga pintar disekolah walaupun tidak pernah juara kelas. Fasih 10 bahasa Jawa, Sunda, Batak, Osing, Madura, Indonesia, Inggris, Jerman, Perancis, Itali, namun lebih bangga dengan bahasa Indonesianya. Dia juga pintar main alat musik gitar , piano, juga gambang, kenong, pelok- sendro, selain itu olah raga pun dia lakoni, yang pasti lari dia jago, tapi yang dia suka adalah maraton. Enak bisa lari rame2, sehingga saking banyaknya orang yang lari, dan semuanya lari, maka seolah2 lari menjadi hal yang umum atau biasa dilakukan atau wajar, dan sebaliknya jika ada yg berjalan ditengah2 maraton ibaratnya dalam kondisi 'wajar' anda melihat dia berlari, begitulah selalu jawabnya ketika ditanya soal maraton, walau jawabannya cukup membingungkan org, Tuginah tdk peduli.
Tuginah sudah menginjak wanita matang, umur 35 th, masih single dan disukai banyak lelaki, justru bukan karena kecantikan atau kekayaannya, tapi karena dia begitu mudah berteman, enak diajak omong oleh siapa saja dan sepertinya selalu ada solusi utk sebuah masalah. Namun, begitu banyak lelaki yang justru akhirnya mundur teratur ketika tahu Tuginah yang sepertinya adalah seorang master, bisa apa saja, jago disegala bidang dan selain itu keluarganya yang kaya raya. Sebenarnya Tuginah sendiri tidak pernah menganggap dirinya berlebihan dan tdk menganggap teman2 lelakinya lebih dari sekedar teman. Jadi bagaimapun dia tidak pernah merasa patah hati ataupun membuat patah hati. Namun Tuginah juga bukan perempuan bodoh yang tidak bisa membedakan siapa teman sejati dan siapa teman2 yang oportunis. Walau begitu Tuginah tidak mau ambil peduli mengenai teman2 oportunisnya dan keputusannya adalah tetap berteman juga dengan mereka, rasanya dunia adalah surga kalau semua orang baik dan benar, begitu katanya selalu pada dirinya sendiri, dan Tuginah tidak pernah mau menganggap dunia adalah surga. Tuginah-katakanlah-berteman dengan siapa saja entah itu dengan bandit ataupun lakon.
Namanya Tuginah, dan dimanapun, dengan siapapun, kapanpun Tuginah tetaplah Tuginah anak gadis keluarga Rustamaji. Orang -orang sebenarnya pengen tahu-bagaimanapun juga- riwayat nama Tuginah, kenapa Pak Rustam (panggilan bapak Tuginah) menamai anak gadis semata wayangnya Tuginah. Padahal Pak Rustam adalah produk jaman dulu dimana 'nama masih menunjukkan kelas dan Pak Rustam semua orang tahu adalah dari kelas 'atas'. Namanya juga orang suka usil dan suka menggosip, krn tdk pernah menemukan jawaban yg diinginkannya, akhirnya orang2 membangun cerita sendiri tentang Pak Rustam, kalau Tuginah adalah: ada yang bilang nama bekas PRT keluarga besar Rustam, ada juga yang bilang bakul Jamu langganan Pak Rustam dll yang dijatuh-cinta-i oleh Pak Rustam. Demi mengenang pembantu atau siapapun itu dari kelas sosial bawah yang tercinta maka dinamailah anak gadisnya 'Tuginah'. Tidak ada cerita gosip yang beralur Tuginah adalah nama sekretaris executive Pak Rustam atau nama koleganya yang punya affair dengannya, anggapannya karena masyarakat dulu di jaman Pak Rustam muda, masih menganggap Tuginah adalah cocok untuk nama seorang pembokat daripada untuk seorang sekretaris. Mendengar selentingan atau gosip2 tersebut baik Pak maupun Bu Rustam tetap langgeng dan awet, rukun, sakinah, dan yang pasti tetap menghasilkan adik-adik Tuginah yang semuannya laki2 6 orang.
Namanya Tuginah, yang sejak dulu selalu merasa kewalahan membetulkan lidah teman2 atau kolega2 asingnya menyebut namanya. Oleh teman2 bulenya, Tuginah sering dipanggil Geena (baca:jina) syukur2 masih bisa menyebutnya Gina, minimal masih bisa membaca g sebagai ge, walau tidak sedikit pula yang memanggilnya Tuggy (baca: Tagi)- Tuggyna (baca: Tagina). Teman2 cina atau jepang nya memanggilnya Tucina, atau bahkan Tuzina yang membuat telinga Tuginah merasa risih karena seolah adalah kependekan dari 'Tukang zina' . Namun dengan sabar dia berusaha membenarkan lafat penyebutan namanya Toe-gie-nah , walaupun tetap susah bagi mereka utk melafatkan karakter h dibelakang namanya. Walau begitu Tuginah tetap tidak mau mengganti namanya menjadi Geena (seperti Geena Davis bintang holywood) atau Gina yg mengingatkan orang akan sicantik bintang italia Gina Lolo Brigida. Tuginah lebih memilih sabar mengajarkan cara menyebutkan namanya dan tetap dengan bangga menyadang nama pemberian orang tuanya.
Namanya Tuginah, dan kini benar2 nama itu hanya tinggal nama. Nama yang tertera pada batu nisan di TPU Kalibata: Tuginah, anak kami tercinta, lahir 10 Oktober 1969 meninggal 10 Oktober 2004. Tuginah meninggalkan orang-orang yang dicintai dan mencintainya 'hanya' akibat jatuh dari becak tepat di ultahnya yang ke 35 tahun. Orang memang tidak pernah bisa menyangka dan tahu kapan dan bagaimana dia meninggal. Walau Tuginah telah tiada namun setiap orang siapapun yang pernah mengenalnya masih mampu dan selalu mengingatnya, mengingat akan segala kebaikan, keceriaan, kedermawaan dan kebahagiannya dan akhirnya timbullah cerita pendek ini:D.
The moral of story, kebaikan seseorang lah yang akan membuatnya selalu diingat, bukan sebuah nama besar atau segala bentuk materi yang disandangnya. 'be yourself' to achiev your life! (ngono yak-ne hehehe)
Kiel, 12 September 2004
Namun dunia memang selalu tidak mau tetap diam, alias selalu berubah, bukanlah kesalahanmu jika dunia tak berubah, seandainya itu kesalahanmupun, janganlah percaya kalau kamu tidak dapat mengubahnya, begitulah kira2 seperti syairlah lagu Farin Urlaub penyanyi kondang asal negerinya mobil BMW-Jerman,
Es ist nicht deine Schuld, dass die Welt ist, wie sie ist.
Es wäre nur deine Schuld, wenn sie so bleibt.
Glaub keinem, der dir sagt, dass du nichts verändern kannst.
Dan kenyataannya dunia berubah. Juga tentang 'nama'. Kalau seandainya penyanyi dangdut Inul-si goyang ngebor - hidup dijaman dulu dimana nama2 adalah masih dianggap keramat, dimana nama2 masih menunjukkan tingkat sosial seseorang, mungkin Inul yang sekarang sudah menjadi artis top, yang otomatis mampu menaikkan kelas sosialnya, akan mengganti namanya bukan 'Inul' mgkn menjadi 'Lina' atau menghilangkan nama Inul, maklum 'inul' oleh sebagian telinga kedengaran -ndeso- dan ndeso selalu diidentikkan dengan masyarakat kelas bawah. Untung jaman berubah, Inul ada dijaman sekarang dimana masyarakat sudah tdk begitu mengambil perbandingan lurus antara 'nama' dan kelas sosial.
Namanya Tuginah, kalau dulu mungkin nama seorang PRT di rumah pak lurah atau wedana atau dirumah orang-orang kaya lainnya atau penjual sayur yang keliling kerumah-rumah, atau penjual jamu yang siap melayani sopir-sopir truk biar kuat nyopir berkilo-kilo meter jauhnya, tapi dijaman sekarang nama Tuginah sudah menjadi hak penamaan untuk semua orang dari apapun kalangan. Tuginah pun sudah masuk internet, mungkin google atau yahoo lebih banyak menemukan nama Tuginah daripada nama anda-anda sendiri yang mungkin anda kira lebih 'punya kelas' dibanding Tuginah. Jaman sekarang Tuginah bisa jadi mulai dari PRT sampai madame Tuginah-seorang istri pejabat!: Tuginah pembantu salah seorang dosen Filsafat yang tidak lulus SD tapi bisa baca tulis bahkan masuk koran Kompas, maklum sebagai profesi seorang pembokat, notabene bacaannya dianggap lebih cocok adalah poskota atau tabloid gosip),namun Tuginah ini bacaannya kolom-kolom politik, hapal nama tokoh-tokoh politik walaupun ternyata pada akhirnya sang majikan menyadari bahwa Tuginah suka membaca kolom politik hanya semata-mata sedang mencari 'sebuah nama' yang cocok untuk keponakannya yang akan lahir. Mungkin Tuginah pembokat dosen Filsafat ini memandang nama-nama politikus dinegeri tercintanya indah-indah. Tuginah yang lain adalah pelayan restoran asal pelosok desa wilayah Gunung kidul yang akhirnya mampu menaikkan taraf hidup keluarganya karena disunting lelaki bule asal Australia dan menjadi beken di desa, menjadi pahlawan pengentasan kemiskinan keluarganya bahkan desanya. Tuginah ini dengan dollar australianya mampu menjadi sumber penghidupan keluarganya bahkan bisa jadi desanya. Tuginah yang lain adalah Madame Tuginah adalah istri diplomat asing, yang ikut berjasa dalam pendidikan anak miskin dengan yayasannya. Memang kenyataan tidak bisa dipungkiri, Tuginah-Tuginah masih dijumpai didominasi oleh masyarakat kelas sosial bawah atau minimal memiliki sejarah dunia kelas sosial bawah.
Namanya Tuginah, Tuginah yang satu ini adalah Tuginah benar-benar produk abad 21, produk jaman sekarang!! Tuginah yang satu ini tidak pernah punya history sebagai masyarakat sosial bawah. Kalau dirunut sampai tujuh turunan diatasnya pun, nenek moyangnya adalah keluarga kaya, bahkan turunan raja-raja dan senopati di Jawa. Dia adalah juga gadis kota, lahir dan besar di kota-Jakarta-dengan pendidikan luar negeri. Hampir separo lebih hidupnya dihabiskan di luar negeri, anak seorang diplomat dan pengusaha kaya, uang tidaklah masalah bagi keluarganya. Jarak Jakarta-Tokyo atau bahkan Jakarta-New York sudah layaknya seperti Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya. Tidak seperti halnya umumnya orang-orang kaya, Tuginah dengan rupa manis dan menarik, tapi dia tetap berpenampilan biasa-biasa saja, tidak latah bersolek, setiap hari kesalon, tidak latah selalu shoping di mall atau galerie-galerie, cukup di kios atau pasar baru, tidak latah pergi ke cafe-cafe, cukuplah ngopi atau ngeteh diwarung-warung kaki lima. Naik turun mobil mewah antar jemput sopir, juga bukan kebiasaannya. Mikrolet, bajaj dan bis kota lebih disukainya. Hidup di luar negeri puluhan tahun tidak merubahnya kulturnya menjadi 'orang asing', Tuginah tetap Tuginah dengan kultur Indonesia. Tuginah memang lain, seperti gadis-gadis yang hanya ada dalam mitos, menarik, charming, baik hati, supel, tdk sombong, kaya, dermawan lagi! Tuginah juga pintar disekolah walaupun tidak pernah juara kelas. Fasih 10 bahasa Jawa, Sunda, Batak, Osing, Madura, Indonesia, Inggris, Jerman, Perancis, Itali, namun lebih bangga dengan bahasa Indonesianya. Dia juga pintar main alat musik gitar , piano, juga gambang, kenong, pelok- sendro, selain itu olah raga pun dia lakoni, yang pasti lari dia jago, tapi yang dia suka adalah maraton. Enak bisa lari rame2, sehingga saking banyaknya orang yang lari, dan semuanya lari, maka seolah2 lari menjadi hal yang umum atau biasa dilakukan atau wajar, dan sebaliknya jika ada yg berjalan ditengah2 maraton ibaratnya dalam kondisi 'wajar' anda melihat dia berlari, begitulah selalu jawabnya ketika ditanya soal maraton, walau jawabannya cukup membingungkan org, Tuginah tdk peduli.
Tuginah sudah menginjak wanita matang, umur 35 th, masih single dan disukai banyak lelaki, justru bukan karena kecantikan atau kekayaannya, tapi karena dia begitu mudah berteman, enak diajak omong oleh siapa saja dan sepertinya selalu ada solusi utk sebuah masalah. Namun, begitu banyak lelaki yang justru akhirnya mundur teratur ketika tahu Tuginah yang sepertinya adalah seorang master, bisa apa saja, jago disegala bidang dan selain itu keluarganya yang kaya raya. Sebenarnya Tuginah sendiri tidak pernah menganggap dirinya berlebihan dan tdk menganggap teman2 lelakinya lebih dari sekedar teman. Jadi bagaimapun dia tidak pernah merasa patah hati ataupun membuat patah hati. Namun Tuginah juga bukan perempuan bodoh yang tidak bisa membedakan siapa teman sejati dan siapa teman2 yang oportunis. Walau begitu Tuginah tidak mau ambil peduli mengenai teman2 oportunisnya dan keputusannya adalah tetap berteman juga dengan mereka, rasanya dunia adalah surga kalau semua orang baik dan benar, begitu katanya selalu pada dirinya sendiri, dan Tuginah tidak pernah mau menganggap dunia adalah surga. Tuginah-katakanlah-berteman dengan siapa saja entah itu dengan bandit ataupun lakon.
Namanya Tuginah, dan dimanapun, dengan siapapun, kapanpun Tuginah tetaplah Tuginah anak gadis keluarga Rustamaji. Orang -orang sebenarnya pengen tahu-bagaimanapun juga- riwayat nama Tuginah, kenapa Pak Rustam (panggilan bapak Tuginah) menamai anak gadis semata wayangnya Tuginah. Padahal Pak Rustam adalah produk jaman dulu dimana 'nama masih menunjukkan kelas dan Pak Rustam semua orang tahu adalah dari kelas 'atas'. Namanya juga orang suka usil dan suka menggosip, krn tdk pernah menemukan jawaban yg diinginkannya, akhirnya orang2 membangun cerita sendiri tentang Pak Rustam, kalau Tuginah adalah: ada yang bilang nama bekas PRT keluarga besar Rustam, ada juga yang bilang bakul Jamu langganan Pak Rustam dll yang dijatuh-cinta-i oleh Pak Rustam. Demi mengenang pembantu atau siapapun itu dari kelas sosial bawah yang tercinta maka dinamailah anak gadisnya 'Tuginah'. Tidak ada cerita gosip yang beralur Tuginah adalah nama sekretaris executive Pak Rustam atau nama koleganya yang punya affair dengannya, anggapannya karena masyarakat dulu di jaman Pak Rustam muda, masih menganggap Tuginah adalah cocok untuk nama seorang pembokat daripada untuk seorang sekretaris. Mendengar selentingan atau gosip2 tersebut baik Pak maupun Bu Rustam tetap langgeng dan awet, rukun, sakinah, dan yang pasti tetap menghasilkan adik-adik Tuginah yang semuannya laki2 6 orang.
Namanya Tuginah, yang sejak dulu selalu merasa kewalahan membetulkan lidah teman2 atau kolega2 asingnya menyebut namanya. Oleh teman2 bulenya, Tuginah sering dipanggil Geena (baca:jina) syukur2 masih bisa menyebutnya Gina, minimal masih bisa membaca g sebagai ge, walau tidak sedikit pula yang memanggilnya Tuggy (baca: Tagi)- Tuggyna (baca: Tagina). Teman2 cina atau jepang nya memanggilnya Tucina, atau bahkan Tuzina yang membuat telinga Tuginah merasa risih karena seolah adalah kependekan dari 'Tukang zina' . Namun dengan sabar dia berusaha membenarkan lafat penyebutan namanya Toe-gie-nah , walaupun tetap susah bagi mereka utk melafatkan karakter h dibelakang namanya. Walau begitu Tuginah tetap tidak mau mengganti namanya menjadi Geena (seperti Geena Davis bintang holywood) atau Gina yg mengingatkan orang akan sicantik bintang italia Gina Lolo Brigida. Tuginah lebih memilih sabar mengajarkan cara menyebutkan namanya dan tetap dengan bangga menyadang nama pemberian orang tuanya.
Namanya Tuginah, dan kini benar2 nama itu hanya tinggal nama. Nama yang tertera pada batu nisan di TPU Kalibata: Tuginah, anak kami tercinta, lahir 10 Oktober 1969 meninggal 10 Oktober 2004. Tuginah meninggalkan orang-orang yang dicintai dan mencintainya 'hanya' akibat jatuh dari becak tepat di ultahnya yang ke 35 tahun. Orang memang tidak pernah bisa menyangka dan tahu kapan dan bagaimana dia meninggal. Walau Tuginah telah tiada namun setiap orang siapapun yang pernah mengenalnya masih mampu dan selalu mengingatnya, mengingat akan segala kebaikan, keceriaan, kedermawaan dan kebahagiannya dan akhirnya timbullah cerita pendek ini:D.
The moral of story, kebaikan seseorang lah yang akan membuatnya selalu diingat, bukan sebuah nama besar atau segala bentuk materi yang disandangnya. 'be yourself' to achiev your life! (ngono yak-ne hehehe)
Kiel, 12 September 2004
Subscribe to:
Posts (Atom)

